Cinta Datang Terlambat



Minggu ini pikiranku kembali kacau karena memikirkannya, yah dia fandi wicaksono lelaki yang telah lama singgah mengisi hatiku tapi aku terlambat menyadarinya, hanya dia yang mampu bertahaan dengan sikapku, oh.. Iya lupa kenalin dulu nama gua Deviana permata yuanita nigrum, kejadian itu terjadi 2 tahun yang lalu.

Kami selalu saling menjaga hubungan ini meski tanpa fame tapi kami selalu saling melengkapi, kami juga selalu menjaga komunikasi dengan baik meski jarang ada waktu untuk bertemu karena kesibukan masing masing, fandi sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya dan aku dengan sekolahku. Kami hanya bisa bertemu saat sabtu malam minggu seperti ini.

“dek, mau pegi kemana kita?”
“ke alun alun aja mas lagi ada pameran lukisan tuh kan bagus mas jarang jarang loh ada pameran lukisan”
“ya udah dek, gih pamit dulu ke ibu baru berangkat”
“ya aku panggil ibu dulu mas”



Tak lama kemudian ibu dataang
“oh…fandi mau kemana fan?”
“itu tan adek minta keluar liat lukisan di alun alun katanya”
“ya udah hati hati di jalan jangan ngebut naik motornya”

Sampai di alun alun kami berjalan melihat lukisan lukisan yang sedang dipamerkan. Setelah selesai kami singgah di rumah makan, kami bicara banyak tentang beberapa hal, setelahnya kami pulang.

Hari demi hari kami lewati seperti biasa bersama sama, tak terasa hubungan ini berjalan sudah 2 tahun dan tepat hari ini tanggal delapan desember kami merayakan hari jadi hubungan ini, aku mengucapkan selamat padanya begitupun dia, nanti malam dia akan ke rumah dan merayakannya bersamaku di cafe langganan kami, aku tidak sabar menunggu malam ini.

Malam tiba dia sangat rapi. Hari ini dia memakai mobilnya, sampai di cafe dia menyuruhku masuk dulu, aku masuk duduk di meja, seperti biasa dia datang, dia berjalan menuju mejaku dengan sebuket bunga dan kado di tangannya, dia menyerahkan bunga dan kado di tanggannya padaku.
“untukku mas… terimakasih” aku tak sanggup menahan senyum bahagiaku
“sekarang giliranku, aku punya kado juga utukmu mas…” hari ini hari terindah ku, aku berharap tuhan menghentikan laju jarum jam ini agar aku bisa lebih lama bersamanya, aku mulai mencitainya sungguh sungguh cinta hingga tidak ingin berpisah dengannya.

Pagi ini sekolah seperti biasa meski tidak ada pelajaran
“dev…” ku mencari asal suara itu ternyata tika
“hah… ada apa tik eh… dev aku kemarin lihat cowok lo tuh si fandi bonceng cewek cantik banget”
“ah.. Masa sih fandi tuh lagi pergi mendaki sama temen temennya tau, jangan gosip deh fandi tu cinta sama gue aja kali cinta mati”
“jangan kepedean lu dev, mungkin aja fandi tuh bosen liat kelakuan lu yang suka senak jidat lu, ya udah lah gua pergi dulu” aku berpikir apa benar perkataan tika kalau fandi selingkuh dari aku.

Semenjak hari itu fandi mulai susah untuk dihubungi, tapi aku cukup sabar menanti kabar darinya karena minggu lalu dia mengatakan dia akan mendaki.

Sudah seminggu aku tidak berhubungan dengan fandi karena aku fokus pada UN, UN berjlalan dengan lancar aku ingin mendapat nilai bagus agar masuk perguruan tinggi impianku biar bisa sekampus dengannya, hari demi hari aku mulai penasaran kenap fandi semakin sulit dihubunggi padahal aku ingin mengatakan perasaanku.

Saat ini aku iseng buka fb fandi, aku ingin lihat apakan dia sudah memposting foto waktu mendaki kemarin, tapi tuhan memberiku kejutan yang tak terduga aku melihat dia memposting foto dengan salah satu cewek dengan bergaya love dan mereka terlihat mesra, aku mellihat senyumnya yang berbeda, aku berpikir apakah dia sudah menemukan wanita yang dia impikan dan melupakan aku anak yang masih bau kecur.

Aku menghubunginya melalui whatsapp
“mass… kamu ngambek ya sama aku” dia belum membacanya aku menunggu, tak selang beberapa lama dia membalas
“nggak, dek aku cuma lagi sibuk” aku tau dia berbohong
“mas… foto di facebook kamu itu yang sama cewek siapa?”
“aku udah mau bilang ke kamu dek dari minggu yang lalu, tapi kamu lagi fokos sama un kamu kan, dia pacar aku dek”
Aku membacanya hatiku terasa sakit tak terasa air mata ini menetes meluncur deras di pipi dengan gemetar ku membalasnya

“oh.. Udah berapa lama jadian?”
“udah dua bulan yang lalu dek, maaf dek kan hubungan aku sama kamu belum jelas dek aku memang dulu suka kamu tapi satu tahun lalu aku bertemu tiyas aku mulai jatuh cinta dek sama dia”
hancur lemas tubuh ini aku membalasnya
“apa nggak bisa kamu mas.. Balik sayang ke aku, padahal aku berencana nyatain cinta ke kamu mas”

Dia tidak membalas hingga hari ini, dua hari aku menunggu balasannya tapi dia tidak membalas… Hari hari terasa sangat membosankan tanpanya, aku rindu fandi… Aku akan menunggunya selalu menuggunya, terkadang aku berharap dia lewat depan rumahku dan berpapasan denganku… tapi itu hanya angan anganku saja, aku akan coba untuk melupakannya.

Click to comment