Cinta Yang Sederhana Volume 3


Esok hari pun tiba, hari dimana Aisyah akan dipersatukan oleh seseorang ikhwan yg akan mendampingi hidupnya. Dia merupakan ikhwan yg dipilihkan umii.
Sungguh sangat berat hati Aisyah saat dia wajib  menerima lamaran ikhwan yang tak dicintainya.

“Aisyah, senyum dong.. Dari tadi umii liat engkau  cemberut terus” istilah umii waktu Aisyah sedang didandani.
Aisyah pun senyum menggunakan terpaksa. Saat itu Aisyah poly melamun dan misalnya orang yg telah pasrah.

‘Yaa Allah, kuatkan saya… ikhlaskanlah hati ini yaa Allah..’ Aisyah terus menerus berserah diri kepada Allah.
‘Kak yusuf.. Saudara tertua dimana? Hari ini Aisyah akan menikah kak’ Setiap Aisyah teringat pada yusuf, Air matanya selalu menetes, sulit bagi Aisyah buat menghilangkan perasaan yang telah begitu pada.



Tak lama  , calon suami Aisyah pun datang bersama keluarga serta kerabatnya. Mereka sudah berkumpul pada ruang tamu & ikhwan itu siap buat melaksanakan ijab qobul.
“Aisyah, ayo cepetan.. Udah pada siap tuhh.. Tapii pelan pelan aja yaa jalannya hhe” umii mencoba menuntun Aisyah.

Dengan hati yang menangis Aisyah mencoba berdiri tegap tanpa memberitahuakn terdapat kesedihan di wajahnya. Namun pada mata Aisyah masih sangat terlihat jelas bahwa hatinya belum begitu nrimo.

Aisyah berjalan dengan cantik sembari berdzikir kepada Allah. Perlahan Aisyah duduk tepat di samping calon suaminya, dia tertunduk & ingin sekali menutup mata dan telinganya karena tidak kuasa mendengar nama orang lain diklaim, akan tetapi Aisyah mencoba biasa saja pada depan keluarganya.

“oke, bisa kita mulai?” Abii Aisyah menjadi penghulunya menanyakan pada ikhwan yg berada pada samping Aisyah.
“insyaaAllah, sanggup pak” jawabannya menggunakan lantang.

Sebelum ijab qobul dimulai, Abii Aisyah membacakan Ayat kudus Al Qur’an.. Dan kemudian sesudah selesai, dimulailah ijab qobul..
“Saya nikahkan.. Muhammad yusuf al kholiq…”
‘lho.. Yusuf? Muhammad yusuf al kholiq? Itu kan…. Nama lengkap kak yusuf, benarkah yg disampingku ini kak yusuf? Yaa Allah semoga benar..’ Hati Aisyah tersentak, merasa tak percaya bahwa yg di sampingnya merupakan yusuf, abang taraf yang selama ini beliau idamkan.

Setelah ijab qobul absah. Aisyah telah tak sabar melihat wajah yg sudah menjadi suaminya itu, apakah dia sahih kak yusuf? Perlahan Aisyah memiringkan badannya & membuka ke 2 matanya.
Dan ternyataaaa itu sahih benar kak yusuf.
Aisyah pribadi kelenger pada loka.
“Astaghfirullah Aisyah,” yusuf sangat terkejut waktu Aisyah kelenger tepat di pundaknya.
Abii pribadi membawa Aisyah ke kamar, umii pun mencoba menyadarkanku..

Pernikahan terselesaikan..
Aisyah berdiam diri pada loteng atas, seperti biasa beliau ingin menatap bintang di langit yang begitu luas.
Senyum dengan penuh kebahagiaan terpancar dalam paras manisnya. Menikmati indahnya malam dengan hati yg begitu damai. Air mata haru pun menetes pada pipi Aisyah.

“Aisyah,” yusuf memanggil dari belakang. Aisyah segera menghapus Air matanya.
“Eh iya kak?” jawab Aisyah.
Yusuf pun mendekat & menatap mata Aisyah.
“Kamu nangis?” tanya yusuf menggunakan wajah heran.
Aisyah membalas pertanyaannya dengan senyuman. Lantaran dia ingin memperlihatkan bahwa dirinya merasa senang .
“Tak perlu kau sembunyikan kesedihanmu syah..” yusuf berjalan menuju pagar loteng dan menatap bintang bintang. Aisyah balik  tersenyum.
“saya tau, perjodohan ini sudah membuatmu bersedih.. Maafkan aku  syah.. Aku terlalu egois karena telah menginginkanmu menjadi istriku kepada bunda, sampai saya tidak memikirkan bagaimana perasaanmu..” kentara yusuf.

Aisyah mendekati Yusuf menurut belakang.
“Kak, berasal kaka tau. Aisyah sangat bersyukur kepada Allah. Karena Allah sudah mempersatukan kita.” jawab Aisyah.
“Tapi selama ini.. Aku  tidak pernah membuatmu jatuh cinta.. Bahkan kamu baru mengetahui namaku ketika ijab qobul tadi syah..” Aisyah pun ikut memegang pagar loteng yg begitu dingin.
“Sebenarnya Aisyah mengasihi kaka telah hampir lima tahun. Taukah kak? Itu bukan waktu sementara waktu buat bertahan menyayangi seorang yg telah pergi dan tak terdapat informasi.”
“lima Tahun?” yusuf pun kaget & merasa heran.
“Iya lima tahun, Aisyah telah mengasihi abang semenjak Sekolah Menengah Atas & kaka merupakan cinta pertama Aisyah kak” jelasnya.
“kok sanggup? Padahal aku  baru kenal kamu waktu kita bertemu di taman” kata yusuf.
“Hah? Di taman? Jadiiii… selama ini yg mengikuti saya & sms plus telpon aku ? Saudara tertua?”
“Iyaa..” jawabnya menggunakan singkat.
“Subhanallah kak… kenapa kakak ga bilang..” respon Aisyah sembari tertawa mini  .
“lho kamunya aja pribadi biar   pamit.. Gimana sihh” jawab yusuf sambil meledek Aisyah
“Kan Aisyah ga tau kalo itu kakak, Hemm.. Apabila rasa rindu, kuibaratkan menjadi bahan bangunan. Aisyah telah berhasil menciptakan sebuah istana megah nan indah pada hati ini. Dan sekarang, seorang pangeran yg diimpikan sudah tiba menuju istananya. Istana yg dibuat menggunakan penuh cinta.”
Wajahnya memerah lantaran mendengar kata kata Aisyah. Dan yusuf pun memegang tangan Aisyah & mengatakan..
“Terima kasih banyak istriku.. Ku harap kau & aku  akan selalu beserta sampai maut memisahkan kita” yusuf pun mengecup tangan Aisyah & Aisyah pun mengaminkan kalimat yusuf..

Click to comment